Beranda > Artikel > ‘Memaksa’ orang untuk memakai bahan bakar non-subsidi

‘Memaksa’ orang untuk memakai bahan bakar non-subsidi

Pemerintah saat ini lagi bingung soal masalah bahan bakar. Kalo di naikkan harganya, bakal ber-efek panjang ke hal lainnya, kalo gak dinaikkan subsidi untuk bahan  bakar semakin besar, maka anggaran juga ikut naik.

Yang parahnya, banyak orang yang mampu untuk membeli bbm non-subsidi, malah ikut2an beli bbm bersubdisi.
Kalo menurut gw sih gampang aja untuk merubah kebiasaan orang2 itu untuk berubah untuk jadi pengguna bbm non-subsidi.

Orang Indonesia itu banyak yang gengsian, terbukti kalo ada produk2 baru apalagi ponsel pasti pada berebut mau ganti. Dan juga banyak yang gak sabaran, terbukti banyak yang gak tertib saat antri dimana aja, maunya duluan trus, gak peduli sama yang udah datang duluan.

Nah dari sifat2 dasar itu, bisa kita paksain mereka untuk menggunakan bbm non-subsidi, caranya dengan membalikkan keadaan di SPBU.

Saat ini SPBU rata2 memiliki depot pengisian bensin premium, dan banyak yang belum ada depot untuk pertamax. Atau punya depot pertamax/plus cuma sedikit, paling cuma ada 2 – 4 aja, sisanya depot premium.
Coba balikkan keadaan, perbanyak depot pertamax/plus, dan sedikit premium, kalo yang sebelumnya cuma ada premium, maka sekarang cuma ada pertamax/plus. Otomatis yang mau pake premium mesti antri panjang. Karena pada malas antri, maka mereka akan beralih ke pertamax.

Satu lagi, pedagang eceran jangan di hapuskan, tapi mereka hanya boleh jualan pertamax/plus.

NB: Ini cuma opini pribadi saya aja sih. CMIIW ya.

Kategori:Artikel
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: